JAKARTA, iNews.id - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu mengungkap dugaan adanya keterlibatan aktor politik dalam sejumlah aksi mahasiswa yang terjadi belakangan ini. Mereka menilai gerakan mahasiswa harus tetap independen dan tidak dijadikan alat kepentingan politik praktis.
Aliansi BEM Bersatu juga menyoroti arah isu dalam beberapa aksi yang dinilai mulai kehilangan substansi dan tidak lagi fokus pada kebutuhan mendesak masyarakat. Mereka meminta agar gerakan mahasiswa tetap berpihak pada rakyat dan menjaga kemurnian perjuangan.
“Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penungangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan,” kata Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).
Rahmat menyebut sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini dinilai mulai kehilangan arah. Hal itu ditandai dengan minimnya kajian, lemahnya argumentasi, serta tidak jelasnya substansi tuntutan yang disampaikan.
“Kami menilai sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini mulai kehilangan arah, ditandai minim kajian, lemahnya argumentasi, dan ketidakjelasan substansi tuntutan,” sambungnya.