JAKARTA, iNews.id - Indonesia mengutuk keras serangan Israel terhadap pasukan perdamaian dan berdampak terhadap gugurnya tiga prajurit TNI dan menuntut investigasi menyeluruh.
Sementara itu, Israel berdalih bahwa Hizbullah yang menyerang markas United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL.
Akibat kejadian ini, Delegasi Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuntut penyelidikan menyeluruh oleh PBB dan menolak segala bentuk alasan dari pihak Israel.
"Saya ingin mempertegas, kami menuntut investigasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan dalih dari Israel. Kami menuntut agar para pelaku dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Kekebalan hukum tidak boleh menjadi standar, dan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak boleh terulang maupun ditoleransi," ujar Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi.
Sebelumnya, tiga prajurit TNI yang berada di bawah misi UNIFIL gugur di Lebanon selatan akibat eskalasi konflik pada akhir Maret 2026. Insiden pertama terjadi pada 30 Maret 2026 yang menggugurkan Praka Farizal Rhomadhon akibat ledakan proyektil di dekat pos penjagaan.
Sehari kemudian, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur setelah kendaraan logistik yang mereka kawal terkena ledakan dalam sebuah serangan terhadap konvoi.