17 Tahun Hidup di TPSU Jambi, Lansia Berhasil Sekolahkan Anaknya

iNews Sore

JAMBI, iNews.id - Mempunyai rumah yang indah dan hidup layak menjadi impian bagi sebagian banyak orang. Namun tidak seperti yang dirasakan satu keluarga ini, mereka hidup di tengah tumpukan sampah selama 17 tahun, yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Zahri, pria berusia 68 tahun hidup bersama anak dan istrinya di gubuk 2x3 Tempat Pembuangan Sampah Umum (TPSU), Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Kondisi sang istri yang mengalami gangguan mental tak bisa berbuat banyak dalam membantunya mencari nafkah. Demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, di usia yang tak lagi muda, Zahri harus bekerja keras mencari uang dengan menjadi pemulung sampah.

Dari sampah bekas yang dikumpul dan dijualnya kepada para pengepul, penghasilan yang diterima Zahri hanya berkisaran Rp30.000 hingga Rp50.000. Tak banyak yang diinginkannya. Dari hasil penjualan rongsokan, Zahri berharap dirinya bisa menyambung sekolah anaknya agar kelak menjadi orang sukses, berguna bagi keluarga dan bangsa. Dia pun terus berjuang menyekolahkan anaknya.


Video Editor: Khoirul Anfal

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Headline iNEWS.ID: Prabowo Yakin Indonesia Bebas dari Kemiskinan sebelum 2045

57 tahun lalu

Kisah Udin dan Keluarga di Buton Tinggal di Bangunan Bekas Toilet Umum

57 tahun lalu

Kisah Lansia Memulung di Usia Senja untuk Menyambung Hidup

57 tahun lalu

Berdialog dengan Pemulung dan Ibu-Ibu, Ganjar Soroti Tata Kelola Sampah di Indonesia

57 tahun lalu

Meski Gagal, Anak Pemulung Berusaha Padamkan Api Kebakaran di TPA Cikolotok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal