JAKARTA, iNews.id - Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (kedua kiri); Deputi Komisioner Pengaturan, Perizinan, dan Pengendalian Kualitas OJK Deden Firman Hendarsyah (kiri); Ketua Umum Perhimpunan Bank Bank Umum Nasional (Perbanas) Hery Gunardi (kedua kanan); dan Ketua Badan Pengawas Perbanas Kartika Wirjoatmodjo (kanan) saat membuka Rapat Umum Anggota (RUA) Perbanas di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Forum tertinggi asosiasi industri perbankan itu merupakan ajang tahunan untuk mendengarkan laporan kinerja Ketua Umum dan jajaran pengurus, sekaligus pemaparan agenda kerja ke depan.
Pada perhelatan RUA tahun 2026, Perbanas juga meresmikan UMKM Center dan memaparkan hasil riset awal mengenai perkembangan serta tantangan UMKM saat ini. Riset menggunakan metode yang memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui serangkaian focus group discussion (FGD) yang mempertemukan asosiasi industri jasa keuangan seperti Himbara, Asbanda, Asosiasi Fintech (Aftech) dengan para pelaku usaha, komunitas UMKM dan akademisi. Selain para pihak yang mewakili sisi penawaran dan permintaan kredit itu, FGD juga menghadirkan para pengambil kebijakan (regulator) terutama yang terkait langsung dengan sektor UMKM.
Dari survei awal dan FGD dengan para pemangku kepentingan, Perbanas menyampaikan sejumlah rekomendasi yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memajukan UMKM. Salah satu poin rekomendasi adalah mengenai pentingnya revitalisasi bisnis model UMKM dalam mendorong pertumbuhan kredit dan ekonomi nasional.