Indonesia Dukung Rancangan Internasional untuk Kebebasan Media

Yudistiro Pranoto

JAKARTA, iNews.id – Profesi seorang jurnalis dalam menjalankan tugasnya rentan mendapat kekerasan dan persekusi. Di Indonesia, hal ini mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Adapun yang dimaksud kategori kekerasan mencakup pengusiran, serangan fisik, hingga pemidanaan karya jurnalistik.

Berdasarkan data yang dirilis Aliansi Jurnalis Independen (AJI), setidaknya dalam 3 tahun terakhir, kekerasan terhadap jurnalis meningkat. Tercatat, pada tahun 2017 sebanyak 64 kasus. Tahun 2018 ada 64 kasus. Sementara kekerasan pada aksi 22 Mei 2019 kemarin ditemukan 20 kasus.

Berkaitan dengan hal tersebut, saat ini tengah digelar Konferensi Global untuk Kebebasan Media.

Indonesia turut berkomitmen untuk mendukung dan meningkatkan upaya mengatasi kekerasan terhadap jurnalis melalui institusi multilateral, asosiasi para jurnalis, dan organisasi sipil.

“Upaya ini sebagai komitmen bersama, tentunya semua negara yang hadir memberikan dukungan untuk pekerja dan entitas media yang resiko ancaman kekerasannya cukup tinggi,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di London, Jumat (12/7/2019).

Editor : Yudistiro Pranoto
Artikel Terkait
Photo
5 bulan lalu

Sindonews Sharing Session: Mengawal Reputasi Lewat Narasi

Photo
9 bulan lalu

Komunikasi Merah Putih Suarakan Semangat Kebangsaan

Photo
9 bulan lalu

BTN Dukung Pembiayaan Rumah bagi Karyawan Industri Media

Photo
10 bulan lalu

Aksi Solidaritas Kecam Kekerasan Oknum Aparat terhadap Jurnalis

Photo
11 bulan lalu

Apresiasi Insan Media, BSI Salurkan Bantuan Rp200 Juta Melalui FP Charity

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal