Mawa menyadari bahwa perceraian ini membawa luka mendalam hingga trauma yang sulit dihilangkan. Namun, ia memilih untuk tetap berpikiran positif demi kebahagiaan pribadinya dan anak.
"Nasi sudah jadi bubur. Jadi mau gimanapun juga, kalau itu sudah terjadi ya sudah. Karena aku juga berhak bahagia, anak aku juga berhak melihat sosok ibunya lebih happy lagi," tegasnya.