Momen singkat itu kemudian direkam dan menyebar luas di media sosial. Dalam hitungan jam, video tersebut viral dan menuai beragam reaksi dari warganet di berbagai negara.
Belakangan diketahui, suara yang dimaksud adalah zaghrouta atau teriakan khas perempuan di Timur Tengah dan Afrika Utara yang biasa digunakan untuk merayakan momen bahagia seperti pernikahan atau perayaan besar. Bagi banyak orang, itu bukan sekadar suara, melainkan bagian dari identitas budaya.
Di sinilah kontroversi bermula. Sejumlah netizen menilai respons Sabrina terkesan kurang sensitif karena menyebut ekspresi budaya tersebut sebagai sesuatu yang 'aneh'. Namun di sisi lain, tidak sedikit pula yang membelanya, dengan alasan situasi panggung yang bising bisa membuat siapa pun salah dengar atau salah paham.
Sorotan yang begitu cepat membesar akhirnya mendorong Sabrina untuk angkat bicara. Dia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menjelaskan bahwa reaksinya saat itu murni karena kebingungan.
Dia mengaku tidak dapat mendengar dengan jelas dari atas panggung, sehingga spontan menyimpulkan suara tersebut sebagai yodeling. Sabrina juga menegaskan tidak memiliki niat untuk menyinggung budaya mana pun.