"Jujur saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," ujar Atalia.
Atalia juga mempertanyakan alasan dipilihnya narasi tersebut di tengah banyaknya kosakata dan pesan positif yang dapat diangkat melalui karya seni berbahasa Sunda.
Menurut dia, budaya Sunda selama ini dibangun di atas nilai silih asih, silih asah, silih asuh, dan silih wawangi, sehingga tidak seharusnya menghadirkan karya yang menyinggung beban biologis perempuan sebagai bahan candaan.
Lirik lagu yang viral di media sosial itu berisi ungkapan rasa syukur karena terlahir sebagai laki-laki, kemudian membandingkannya dengan berbagai pengalaman yang dialami perempuan. Bagian inilah yang memicu kritik, karena dianggap mengandung stereotip dan merendahkan perempuan.
Hingga berita ini dibuat, Bupati Purwakarta belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi apa pun. Instagram Om Zein pun kini dibanjiri komentar pedas netizen.