"Untuk perhatian kalian semua, terima kasih, ya. Kalau mau tahu anakku kayak gimana, sini main ke rumahku. Aku ceritain tentang mereka, se-desperate apa aku didik mereka biar bisa dan mampu setidaknya untuk ke kamar mandi sendiri, tidak merusak barang hanya karena penasaran, bahkan aku berteriak pun mereka akan tetap mengulanginya," kata Latifah.
Bahkan, dia melakukan pemukulan ke anaknya. Tapi itu hanya akan menimbulkan trauma untuk mereka. Suami pun sudah berkali-kali mengingatkan agar tidak boleh kasar ke anak-anak, pelan-pelan saja ngomongnya, karena jika orang tua berkata lembut, mereka akan lebih nurut.
"Jika aku sudah berteriak, itu berarti aku sudah benar-benar gemas sama mereka," ujarnya.
Di cuitan lain, Latifah bilang kalau dirinya sebetulnya merasa heran pada orang-orang di media sosial. Sebab, pengguna media sosial tidak tahu bagaimana 'real' hidupnya, tapi bisa menyimpulkan sesuatu.
"Terkadang suka heran sama orang yang cuma tahu kulit luarnya, padahal dia tidak tahu apa-apa, tapi seolah paling tahu segalanya. Mungkin semenarik itu hidup orang lain sehingga ingin menguliti dan mengomentari tanpa tahu bagaimana hari yang dia jalani," kata Latifah.
Kisah hidup Latifah, ibu muda dengan tujuh anak ini pun hingga sekarang masih menjadi sorotan netizen di jagat maya.