Dalam film tersebut, Davina memerankan seorang perempuan berdarah Manado yang bekerja sebagai pelayan gereja. Karena tuntutan karakter, dia mengenakan atribut yang sesuai dengan latar belakang tokoh yang diperankan, termasuk kalung salib.
Totalitas Davina dalam memerankan karakter itu juga terlihat dari berbagai persiapan yang dilakukannya. Dia bahkan rela memotong rambut panjang yang telah dirawat selama enam tahun menjadi rambut pendek berponi demi menyesuaikan penampilan tokohnya.
Tak hanya mengubah penampilan, Davina juga mempelajari dialek Manado agar karakter yang diperankannya terasa lebih natural. Dia turut melakukan riset mengenai pelayanan di gereja sebagai bekal mendalami perannya.
"Aku campuran Manado-Sunda, tapi sehari-hari lebih sering pakai bahasa Sunda. Jadi di sini aku belajar lagi dialek Manado yang kental. Untuk riset pelayanan gereja, aku melakukan recall dari memori saat sekolah Katolik dulu," ujar Davina.
Diketahui, Davina Karamoy memeluk Islam saat berusia 17 tahun. Ya, Davina Karamoy adalah salah satu artis Indonesua yang memutuskan untuk mualaf.