Terharu, Aurelie Moeremans Tak Menyangka Buku Broken Strings Bantu Banyak Perempuan Muda

Ravie Wardani
Aurelie Moeremans terharu, buku Broken Strings bantu banyak perempuan muda. (Foto: Instagram)

Aurelie menjelaskan, proses menulis buku itu sendiri bukanlah perkara mudah. Dia harus membuka kembali ingatan lama dan menuliskannya dengan sangat hati-hati agar kisah yang disampaikan tetap jujur dan bertanggung jawab.

"Ceritanya sudah aku simpan di kepala dan hati bertahun-tahun, tapi menulisnya sendiri aku lakukan secara intens dalam beberapa bulan. Aku nulis pelan-pelan, satu per satu," ungkapnya.

Meski respons publik juga diwarnai polemik, Aurelie memilih melihatnya sebagai bagian dari perjalanan. Bagi dia, makna terbesar Broken Strings terletak pada kemampuannya menemani dan menguatkan perempuan muda yang selama ini kesulitan bersuara.

"Menulis Broken Strings bukan tentang balas dendam atau membuka luka lama. Aku menulis supaya ceritaku bisa jadi teman buat mereka," tegasnya.

Aurelie pun menegaskan bahwa dukungan yang datang dari para pembaca menjadi alasan terkuat baginya untuk menerima segala konsekuensi yang menyertai peluncuran buku tersebut.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Aurelie Moeremans Nyaris Tidak Rilis Buku Broken Strings, Diintimidasi Mantan?

57 tahun lalu

Bukan Balas Dendam, Aurelie Moeremans Bikin Buku Broken Strings demi Berdamai dengan Masa Lalu

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Alasan Aurelie Moeremans Curhat Child Grooming di Buku Broken Strings

57 tahun lalu

Heboh! Angel Lelga Buru Pria Misterius yang Sering ke Rumahnya, Diduga Berzina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal