Sal menegaskan, tak ada yang spesial dalam foto tersebut, melainkan hanya sebagai bentuk sopan santun terhadap tuan rumah. Namun, ia menyadari foto tersebut melukai perasaan para penyintas kekerasan seksual.
"Mengetahui hal yang beredar, ternyata sudah jadi urusan hukum. Sikap saya clear, saya enggak bela. Kalau ada pihak yang melintir, itu urusan dia sama apa pun yang dia inginkan soal ini," tegas Sal.
Secara tegas, Sal menyatakan keberpihakannya pada keadilan. Ia bahkan berani berkata kasar untuk meluapkan emosinya terhadap perbuatan Sitok.
"Menurut saya clear, dia janc*k. Saya akan lebih bijak menerima ajakan foto, ya. Thanks," kata Sal.
Sebagai informasi, Sitok Srengenge dilaporkan seorang mahasiswi Universitas Indonesia berinisial RW ke Polda Metro Jaya atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang berujung pada kehamilan.
Korban mengklaim Sitok telah melakukan pemaksaan dan tipu muslihat di kost-kostan di Pejaten, Jakarta Selatan. Kasus ini sontak menjadi buah bibir di kalangan masyarakat luas, karena melibatkan tokoh sastra yang cukup disegani.
Sitok sempat ditetapkan sebagai tersangka pada 2014. Namun, kasus ini seolah 'menguap' tanpa putusan yang memberikan rasa keadilan bagi korban.