"Nomor telepon, social media dia sampai ke anak-anaknya juga hilang. Langsung left grup di hari itu juga. Kalau cuma tertidur nggak mungkin hapus semua jejak gitu kan, ini sangat terstruktur untuk ngilangin jejak," kata Arda.
Merasa banyak orang berpotensi menjadi korban berikutnya, Tantri memutuskan menyampaikan identitas lengkap terduga pelaku kepada publik. Dia berharap langkah tersebut dapat menjadi peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati.
"Namanya Popi Novitasari. Saya harus sebut namanya karena saya pengen semua orang ke depannya, kalaupun memang orang ini nggak ketemu, tapi minimal namanya tertera di manapun untuk tidak lagi ada korban selanjutnya," ujar Tantri.
Vokalis band Kotak itu mengaku tetap berusaha memisahkan persoalan hukum dengan sisi kemanusiaan. Meski mengaku telah memaafkan secara pribadi, dia menegaskan proses pertanggungjawaban tetap harus dijalankan.
"Kalau secara manusia aku memaafkan, tapi tetap harus ada yang dipertanggungjawabkan. Bentuk rasa tanggung jawabnya yang kita butuhkan," kata Tantri.
Kasus dugaan penipuan investasi yang menimpa Tantri Kotak dan Arda Naff kini menjadi perhatian publik. Pasangan musisi tersebut berharap proses hukum dapat segera berjalan sehingga para korban memperoleh kejelasan sekaligus mencegah munculnya korban baru di kemudian hari.