Kata al-Qusyairi, bertemu dan mengucapkan salam secara langsung adalah puncak kenikmatan bagi para penghuni surga.
Kemudian penjelasan pada ayat 59, Imam al-Qusyairi menegaskan bahwa para penduduk neraka tidak mendapatkan tempat untuk dekat dengan Allah SWT. Mereka hanya mendapatkan siksa dan kepedihan akibat perbuatan mereka di dunia.
Sebagaimana yang diterangkan oleh Qurthubi dalam al-Jami’al-Ahkam al-Quran mengikuti pendapat Qusyairi dan Tsa’labi, dijelaskan bahwa ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Allah SWT yang menampakkan wujud-Nya hal ini menukil hadis riwayat Jabir bin Abdullah. Rasulullah bersabda:
“Allah telah mengabarkan kepada kita bagaimana kenikmatan yang diperoleh penduduk surga. Wajah mereka berbinar-binar (karena bahagia), dan ketika mereka mengangkat kepala, seketika itu Allah hadir, dan berucap salam kepada mereka.
Nabi kemudian membaca surat Yasin ayat 58 yang menerangkan peristiwa pertemuan antara Allah dengan para penghuni surga. Dan saking besarnya nikmat tersebut, mereka (para penghuni surga) terpaku dan tidak bisa berpaling. Pada saat yang sama, mengalirlah cahaya Allah dan keberkahan-Nya kepada mereka.