“Ini kan objeknya juga ada yang sudah hilang, ada yang sudah dijual, nah begini itu yang menjadi kendala. Surat-surat yang hilang juga sudah ada di pengacara. Bandung Indah yang dijual juga di mana, surat rumah yang di Panyawangan ke mana,” ungkapnya.
Pernyataan ini semakin mempertegas panasnya konflik perebutan harta peninggalan Lina Jubaedah yang hingga kini belum menemukan titik terang.
Meski pihak Teddy disebut tengah mempertimbangkan langkah banding atau mengajukan gugatan baru, Sule mengaku santai dan tidak gentar. Ia memilih menyerahkan seluruh proses kepada hukum yang berlaku.
“Ya silakan, dia kan manusia kan berusaha, silakan saja. Kan tetap kita di sini tidak punya hak untuk apapun, yang memutuskan kan pengadilan. Harta nggak bakalan ke mana-mana kok,” tegasnya.
Sule pun menegaskan, yang paling penting baginya adalah masa depan anak-anaknya. Ia tak ingin mereka kehilangan hak atas peninggalan sang ibu.