Pada tahun 2016, Armani mendirikan Giorgio Armani Foundation yang bertujuan menjaga tata kelola dan independensi brand. Yayasan ini awalnya memiliki saham simbolis sekitar 0,1 persen, namun setelah wafatnya Armani, yayasan diperkirakan akan memegang porsi lebih besar dalam struktur kepemilikan perusahaan.
Armani merancang aturan internal yang mengatur agar masa transisi kepemimpinan berlangsung secara bertahap dan tidak mengguncang kestabilan brand. Salah satu ketentuannya adalah perusahaan tidak boleh go public (IPO) setidaknya selama lima tahun setelah kepergiannya. Ia juga membagi saham ke dalam beberapa blok dengan hak suara berbeda dan menunjuk anggota keluarga serta kolaborator terpercaya untuk terlibat dalam pengambilan keputusan penting.
Silvana, Roberta, Andrea, dan Leo Dell’Orco selama ini telah menempati posisi penting dalam perusahaan. Silvana terlibat dalam lini womenswear, Roberta mengelola relasi publik dan komunikasi brand, Andrea fokus pada lisensi serta kebijakan keberlanjutan, sementara Leo Dell’Orco sudah lama menjadi figur penting yang mendampingi Armani dalam urusan desain maupun strategi bisnis. Sinergi mereka dipandang sebagai fondasi kuat untuk melanjutkan perjalanan Armani Group.
Siapa pewaris kekayaan Giorgio Armani? Jawabannya bukan hanya satu orang, melainkan keluarga terdekat dan kolaborator yang bekerja bersama di bawah pengawasan yayasan. Dengan rancangan transisi yang matang, warisan Armani bukan sekadar soal harta, tetapi juga tentang menjaga identitas, visi, dan masa depan brand independen yang ia bangun seumur hidup.