Melihat potensi besar pasar brand parfum lokal yang berkembang, CEO MINE Perfumery Shan Felita mendirikan brand parfumnya di kala belum banyak yang menawarkan varian wangi luxurious dengan semangat memajukan industri dalam negeri.
Sejak berdiri, MINE. Perfumery memiliki pendekatan produksi parfum yang bermutu kualitas tinggi agar sejajar dengan standar brand parfum internasional. Bekal pengetahuan tersebut, diperoleh sang CEO melalui pengalamannya saat bekerja di kota ‘pusat mode dunia’, Paris.
Melalui produk-produknya, MINE. Perfumery berupaya mengenalkan keberagaman budaya Indonesia dengan menggunakan bahan alami dari Indonesia dengan grade terbaik. Contohnya, minyak Patchouli dari Sulawesi yang menghasilkan racikan wangi lebih deep, earthy dan luxurious.
Tidak hanya itu, untuk terus membawa semangat lokal di setiap 17 Agustus, MINE kerap menghadirkan parfum edisi terbatas dengan nama UNBOUND, yang artinya tidak terikat. Ini merepresentasikan budaya Indonesia, dari masa lalu, masa kini, dan masa depan. Produk ini menggunakan wewangian yang merepresentasikan Indonesia melalui rempah-rempah, seperti cengkeh, pala, dan kayu cendana demi menggambarkan kekayaan alam Indonesia.
Shan Felita menuturkan, MINE. Perfurmery memiliki semangat untuk mengedukasi masyarakat mengenal keunikan sensasi wangi parfum berbahan baku kekayaan alam Indonesia yang berkualitas global.