Lewat keterangan unggahannya, Sabrina mengaku keputusan tersebut bukan sesuatu yang mudah. Dia menyebut momen itu telah lama dipikirkan sebelum akhirnya benar-benar diambil.
"Hari ini adalah hari yang sudah lama aku tunda. Meninggalkan sesuatu yang sangat berarti memang tidak pernah mudah. Tapi terkadang, kita harus berani memilih jalan yang berbeda agar bisa terus bertumbuh," tulisnya.
Sabrina juga menyinggung sistem perkuliahan yang mensyaratkan tingkat kehadiran sebagai salah satu pertimbangan kelulusan. Menurutnya, dengan rencana menetap di New York, dirinya tidak mungkin memenuhi kewajiban tersebut, sehingga memilih mengundurkan diri daripada tidak bisa menjalani studi secara optimal.
Dia berharap ke depannya kampus di Indonesia dapat mempertimbangkan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel, terutama bagi mahasiswa yang harus melanjutkan pendidikan atau menjalani aktivitas di luar negeri.
Diketahui, Sabrina mulai menempuh pendidikan S3 Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia sejak 2024. Sebelum itu, dia telah menyelesaikan pendidikan Sarjana Desain Komunikasi Visual di Universitas Trisakti dan meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan.
Keputusan Sabrina meninggalkan program doktor di UI pun menuai beragam respons dari warganet. Tak sedikit yang memberikan dukungan dan mendoakan agar langkah barunya menempuh pendidikan di New York berjalan lancar.