Untuk mendapatkan pendampingan lebih intensif, Wardatina menjalani sesi konsultasi di Bandung bersama seorang dokter bernama Yuli. Dalam waktu dekat, dia berencana kembali bertemu langsung untuk melanjutkan terapi tatap muka.
"Iya, entar aku kebantu juga... mau ke Dokter Yuli. InsyaAllah minggu ini ke Bandung. Untuk bertemu langsung dengan Dokter Yuli," ujarnya.
Langkah rutin berkonsultasi ke psikolog menjadi bentuk keseriusan Wardatina dalam memulihkan diri. Dia ingin memastikan kondisi mentalnya lebih siap sebelum menghadapi sidang perceraian di Pengadilan Agama Medan.
Wardatina menyadari kesiapan emosional sangat penting agar dapat menjalani proses hukum dengan tenang. Dia tak ingin tekanan mental justru memperburuk situasi yang sudah cukup menguras energi.
Meski mengaku masih mengalami trauma, Wardatina memastikan dirinya tidak sampai mengonsumsi obat penenang. Dia memilih menjalani terapi secara bertahap tanpa ketergantungan obat-obatan.