"Kalau dia bilang, 'Oke Bang, jalan', kita jalankan di tanggal 2. Kita melakukan ini hanya untuk mempertahankan kepentingan hukum klien kami yang hari ini dilanggar," kata Minola.
Langkah hukum tersebut diambil setelah Ruben merasa khawatir terhadap kondisi anak-anaknya. Menurut pihak kuasa hukum, Ruben menilai lingkungan tempat anak-anak berada saat ini tidak lagi memberikan rasa aman.
Selain itu, Ruben disebut kecewa karena kesepakatan untuk bertemu anak selama dua hingga tiga hari setiap pekan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama hingga akhirnya dia memutuskan memperjuangkan hak asuh melalui jalur hukum.
Menanggapi anggapan bahwa anak-anak menjadi pihak yang paling terdampak dalam polemik tersebut, Minola justru mempertanyakan siapa yang sebenarnya merasa terganggu dengan situasi saat ini.
"Apakah betul anak-anak yang terganggu, atau ada orang dewasanya yang terganggu karena hal itu? Seperti menelanjangi diri sendiri kan begitu," kata Minola.
Apabila gugatan resmi didaftarkan pada 2 Juli mendatang, proses persidangan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah diperkirakan akan menjadi babak baru setelah keduanya resmi berpisah. Publik pun menantikan bagaimana proses hukum tersebut akan berjalan di pengadilan.
*Caption foto:* Ruben Onsu akan mendaftarkan gugatan hak asuh anak setelah kembali dari ibadah Umrah.