Meski sudah menjadi Kristiani, bukan berarti Yati tak pernah merasakan keimanannya goyah lantaran ditimpa suatu masalah. Dia sempat berusaha untuk mencari pencerahan. Untungnya dia pun tetap berpegang teguh dengan agama Krsiten hingga saat ini.
Yati Surachman mengawali karier beraktingnya sejak 1970-an. Tak heran, namanya masih diperhitungkan di kancah industri film Indonesia. Di awal karier namanya kian populer setelah berhasil memerani tokoh Sum Kuning pada film Perawan Desa dari sutradara Franky Rorimpandey. Film tersebut mengkisahkan Sum Kuning, seorang perempuan penjual telur yang diperkosa sejumlah anak muda dari keluarga pejabat.
Film yang berdasarkan kisah nyata ini, membawa Yati Rachman menorehkan prestasi gemilang. Lewat perannya ini, Yati berhasil meraih penghargaan aktris terbaik di Festifal Film Asia Pasific pada 1980 silam. Kualitas akting yang memukau, membawa namanya kembali membintangi pluuhan judul fim seperti Inem Pelayan Sexy (1976), Ateng Pendekar Aneh (1977), Binalnya Anak Muda (1978), Gita Cinta dari SMA (1979), Perawan Desa (1980), dan masih banyak lagi.
Dia juga melebarkan sayapnya lewat peran disineron terkenal 2000-an seperti Dukun Palsu, Pernikahan Dini, hingga Nyoman dan Presiden. Sinetron Dukun Palsu mengantarkan namanya memasuki nominasi pemeran utama wanita terbaik diajang penghargaan sinetron Indonesia, Piala Vidia. Seiring usia yang semakin matang, Yati kerap berperan menjadi nenek-nenek d ifilm dan sinetron yang dia bintangi.
Pindah Agama
Tak hanya dikenal sebagai artis senior berbakat, ternyata keputusan Yati pindah agama juga menjadi sorotan. Dia pun mengungkapkan alasan sederhana yang membuatnya meninggalkan Islam, yakni ketika melihat pohon natal di rumah tetangga. Melalui kejadian menakjubkan terkait pohon natal, Yati lantas mantap berpindah menjadi umat kistriani.