Meisya menjelaskan, saat kejadian Bambang sedang bermain di bibir pantai bersama seorang sahabatnya. Karena sang anak sudah terbiasa bermain di pantai sejak kecil, dia dan Bebi sempat merasa tenang dan duduk agak jauh dari garis pantai.
Namun, situasi berubah hanya dalam hitungan detik. Ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret Bambang hingga menghilang dari pandangan keluarga.
"Awalnya semua terlihat biasa. Anak-anak bermain, tertawa, menikmati ombak, sampai tiba-tiba satu ombak besar datang dan Bambang menghilang. Detik itu rasanya dunia berhenti. Ternyata Bambang terseret ombak," ungkap Meisya.
Beruntung, Bambang berhasil diselamatkan berkat bantuan Irvan Farhad atau Baba, Hamidah Rachmayanti, serta respons cepat petugas penjaga pantai (lifeguard) yang berada di lokasi.
Meski sang putra selamat, Meisya mengakui kejadian tersebut meninggalkan luka emosional yang mendalam bagi keluarganya. Dia dan Bebi terus dihantui rasa bersalah karena sempat lengah mengawasi buah hati mereka.