"Kuku jempol saya copot," tambahnya.
Bapak angkat Fajar, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, turut membenarkan kondisi tersebut. Ia mengingatkan agar Fajar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama mengingat kebiasaannya yang kerap melaju dengan kecepatan tinggi.
Menurut Dudung, faktor kehati-hatian menjadi hal penting untuk mencegah kejadian serupa terulang. Ia bahkan meminta Fajar untuk sementara waktu tidak mengendarai motor hingga kondisinya benar-benar pulih.
"Saya tanya kondisinya, katanya ada retak di tangan kiri dan kukunya lepas. Saya bilang Alhamdulillah masih diberi keselamatan, tapi saya ingatkan jangan motor-motoran dulu. Apalagi Fajar ini kalau bawa motor suka ngebut," tegasnya.
Kini, Fajar fokus menjalani masa pemulihan yang diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan. Ia pun menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga agar lebih waspada saat berkendara, terutama dalam kondisi jalan yang tidak bersahabat.