"Selama ini nggak bisa ngobrol dari hati ke hati, jadi akhirnya bisa ngobrolnya di rumah sakit gitu loh," katanya.
Tak hanya soal komunikasi, Marshel pun mengaku merasa lebih mengenal sosok Cesen setelah melewati masa-masa sulit di rumah sakit bersama. Ia mengibaratkan pengalaman tersebut sebagai proses yang pada akhirnya membawa kebaikan.
"Benar-benar setelah badai ada pelangi, benar-benar enak banget," ujarnya.
Dari pengalaman itu, Marshel menegaskan satu keyakinan yang kian kuat: sebesar apa pun pencapaian yang diraih, keluarga tetap menjadi tempat kembali yang paling utama.
"Kita mau cari ke mana-mana pun ya baliknya ke keluarga tetap," kata Marshel Widianto.