Di tengah berbagai cobaan ini, Pak Tarno hanya bisa pasrah. Dia tetap berharap suatu hari nanti dapat kembali memiliki kendaraan untuk mendukung pekerjaannya.
"Pengen beli lagi, buat ke mana-mana. Tapi sekarang ya kadang ada yang jemput, kadang tidak," ucap Pak Tarno dengan nada lirih.