Manajer Pak Tarno saat ini, Laura, menyebut pihaknya sebenarnya sempat berupaya menempuh jalur hukum. Namun, langkah tersebut terhambat karena keterbatasan biaya.
"Kita lapor pengacara juga kan duitnya harus ada duit, Rp14 juta. Lah dari mana kita?" kata Lisa.
Situasi ini membuat kondisi Pak Tarno semakin terpuruk. Selain menghadapi masalah kesehatan, dia juga kehilangan aset penting yang selama ini membantu mobilitasnya.
Meski begitu, Pak Tarno mencoba tetap tegar. Dia berharap suatu saat bisa kembali memiliki kendaraan untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari.
"Pengen beli lagi. Iya beli lagi... Ya buat kalau buat ke mana-mana. Cuma kalau... ada yang ngejemput ada yang nggak," kata Pak Tarno.