Yang membuat kenangan itu semakin menggetarkan, Vidi ternyata juga memiliki kebiasaan yang tak banyak diketahui publik, menggelar kajian bersama teman-temannya. Bukan kajian biasa, melainkan ruang hangat penuh kebersamaan, bahkan dengan sentuhan unik yang mencerminkan kepribadiannya.
"Kajiannya beda, makanannya justru makanan Jepang. Tapi di situ terasa banget kebersamaan dan niat baiknya untuk mengumpulkan orang dalam kebaikan," tutur Habib Jafar.
Kini, setelah kepergian Vidi, kegiatan itu pun terhenti. Namun bagi Habib Jafar, apa yang pernah Vidi bangun tidak benar-benar hilang. Dia percaya, setiap kebaikan yang pernah diinisiasi Vidi akan terus mengalir sebagai amal yang tak terputus.
Lebih dari itu, yang paling membekas adalah bagaimana Vidi memperlakukan semua orang dengan setara. Tanpa memandang latar belakang, dia merangkul siapa saja dengan tulus.