"Begitu ia memakainya, reaksinya luar biasa, untuk pertama kalinya ia melihat jelas wajah saya dan warna-warni dunia," tambah Asri terharu.
Berkaca dari pengalaman sang putra, wanita 46 tahun ini mengaku peduli pada kesehatan mata anak-anak khususnya para penderita katarak kongenital. Ia pun melakukan program sosial dan membantu anak-anak pengidap katarak mendapatkan kacamata.
"Pengalaman inilah yang membuat saya tergerak bekerja sama dengan Optik Tunggal, agar lebih banyak anak dengan kondisi serupa mendapatkan akses kacamata khusus dan kesempatan yang sama untuk berkembang," ujar Asri.
Katarak Kongenital atau katarak bawaan sejak lahir dapat menghambat perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Operasi menjadi langkah awal, namun proses pemulihan berlanjut melalui penggunaan kacamata khusus pascaoperasi sebagai bagian vital rehabilitasi visual.
Alexander F Kurniawan, CEO Optik Tunggal, mengatakan program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penglihatan generasi Indonesia dengan melibatkan tenaga medis, mitra strategis, dan komunitas. Ratusan anak di lebih dari 20 daerah terpencil di Indonesia berhasil mendapat bantuan tersebut.
"Setiap anak berhak melihat dunia dengan jelas, tanpa terhalang oleh keterbatasan yang sebenarnya bisa diatasi," kata Alexander.