Namun rasa curiga mulai muncul setelah pembayaran dilakukan. Pelaku kembali meminta Patricia melakukan pembayaran tambahan sebesar Rp2.500 dengan alasan sistem mengalami error dan transaksi harus dilakukan melalui KlikBCA.
"Dia maksa banget suruh buka KlikBCA," ungkap Patricia.
Situasi itu membuat Patricia mulai sadar ada yang tidak beres. Beruntung, ia tidak mengikuti instruksi lebih lanjut dari pelaku. Sebab menurut pengakuannya, banyak korban lain yang justru kehilangan tabungan dalam jumlah fantastis setelah memberikan akses transaksi perbankan kepada scammer.
"Kalau once kalian keluarin KlikBCA dan si token itu untuk mentransfer, itu bisa habis semua," katanya.
Meski uang yang hilang tidak terlalu besar, Patricia mengaku sangat menyesal karena telah mengirim data pribadi tanpa sensor kepada orang asing. Ia khawatir identitasnya maupun data anaknya dapat disalahgunakan untuk tindak kejahatan lain.