"Singkatnya, pada April 2024 ananda (Lexi) mengikuti kegiatan latihan Caving, dan kegiatan tersebut dilakukan di gedung kampus. Singkat cerita, pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai 6 gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas," ujar Levi di Instagram, dikutip Minggu (1/2/2026).
Setelah insiden pengait terlepas, Lexi langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat yang mana rumah sakit itu masih satu yayasan dengan kampus. Sebelum dibawa ke rumah sakit, diberikan penanganan pertama pada Lexi dan menurut Levi itu salah besar.
Sebab, Lexi yang baru jatuh dari lantai 6 dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taxi online) dan ditidurkan lagi di kendaraan tersebut.
"Pertanyaannya, kenapa tidak panggil ambulance, sedangkan panggil taxi online pun sama-sama butuh waktu untuk menunggu. Dan kenapa anak saya diangkat dan didudukkan, yang mungkin jika itu tidak dilakukan, cederanya tidak sefatal seperti ini," ungkap Levi.
"Lalu siapa yang bertanggung jawab? Ya, tidak ada. Saling lempar dan janji-jani tak pasti. Bahkan, sampai saat ini dan entah sampai kapan anak saya masih harus kontrol beberapa dokter spesialis, terapi syaraf, dan obat jalan. Sementara dari pihak kampus atau organisasi tidak ada kejelasan," sambungnya.