Namun, seiring perkembangan media sosial, kebutuhan audiens mulai berubah. Menurutnya, masyarakat kini lebih tertarik pada isu yang terjadi di tengah kota dan berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga.
“Sekarang mulai bergeser ke hal-hal yang terjadi di tengah kota, keresahan warga, keriuhan warga,” katanya.
Sebab itu, Irfan menilai seorang konten kreator harus memahami kebutuhan audiens agar tetap relevan dan mampu mempertahankan interaksi pengikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menceritakan awal mula lahirnya akun Infopurwokerto. Ternyata, akun tersebut awalnya hanya dibuat sebagai akun parkiran dan sempat tidak digunakan selama dua tahun.
“InfoPurwokerto itu by accident. Awalnya cuma akun parkiran saja,” ujarnya.