Mimpi jadi Penyanyi Dangdut
Kisah Inul Daratista berlanjut pada mimpi besarnya menjadi penyanyi dangdut. Meski hidup kekurangan Inul tetap melakukan hobinya, yaitu bernyanyi dangdut. Bahkan dia terpikirkan untuk menjadi artis dan pedangdut. Akan tetapi keinginan dan cita-citanya itu tidak direstui oleh sang ayah, Abdullah Aman.
Ayah Inul menentang keras putrinya itu menjadi pedangdut. Bahkan saat Inul diam-diam mulai tampil sebagai penyanyi dangdut di panggung-panggung, sang ayah kerap memarahinya. Ayahnya beranggapan terjun ke dunia hiburan merupakan hal yang tidak baik untuk anak perempuan.
Ditambah lagi pak Aman merupakan sosok pria dan ayah yang sangat taat kepada ajaran agama Islam. Untuk itu, dia tidak mau jika Inul sampai terjerumus ke dalam hal yang buruk. Namun Inul bersikeras menjadi pedangdut, sebab dirinya tidak mau hidup terus menerus kekurangan.
"Hobiku nyanyi, saat itu gak kepikir mau jadi artis, tapi jiwaku sering berontak aku gak mau begini terus dalam kemiskinan. Aku harus bisa merubah nasib, lalu aku mulai berjuang dari nol," ujarnya.
Mulai rekaman
Akhirnya kisah Inul Daratista masuk dapur rekaman dimulai. Tepatnya pada 1989, dia dilirik oleh beberapa produser untuk melakukan rekaman.Tak hanya itu, saat menjadi pedangdut Inul juga dikenal dengan julukan goyang ngebornya. Namun sayangnya goyangan khasnya itu dikecam oleh sebagian orang, termasuk sang Raja Dangdut Rhoma Irama. Goyangan Inul dianggap mengarah ke unsur-unsur negatif. Inul menghadapi semua tuduhan itu dengan tabah dan tetap berjuang menjadi dirinya sendiri.