Pada 2004, kemampuan mata kanan Mus menurun jauh hingga tidak bisa melihat sama sekali. Kemudian di akhir 2009, kedua matanya tidak dapat melihat lagi.
Meski demikian, Helen tetap setia mendampingi Mus. Beberapa kali musisi keroncong kelahiran Surabaya 14 Agustus 1945 ini menjalani operasi mata. Tetapi, takdir berkata lain, setelah berjuang melawan diabetes, Mus Mulyadi meninggal dunia pada 11 April 2019.
Mus mengembuskan napas terakhirnya di usia 73 tahun. Di tengah kedukaan itu, Helen menceritakan sosok suaminya yang pendiam, sabar, baik hati, dan selalu mengalah.
“Saya bertemu di tahun baru, pada 1974. Lalu, pada 1975 kami menikah. Setiap tahun baru kami bersama, tidak mau pisah. Selama 44 tahun kami bersama terus di setiap tahun baru, ternyata tahun baru (kemarin, 2019) terakhir buat kami,” kata Helen kepada media di hari kepergian sang suami.
Bagi Helen, Mus Mulyadi adalah jodoh yang dikirimkan Tuhan untuknya. “Saya itu sudah cinta mati sama Mas Mul. Dia itu sudah seperti jodoh dari Tuhan. Enggak mungkin saya meninggalkan dia,” ujarnya saat diwawancarai wartawan pada 2010 silam.