"Orang yang menderita penyakit mental adalah orang yang paling rentan di Bumi. Anda harus menjaga mereka, karena kami tidak seperti semua orang," ungkap Sinead.
"Jadi, jika Anda punya anggota keluarga yang menderita penyakit mental, rawat mereka sepenuh jiwa dengan kelembutan dan kasih sayang. Jangan kemudian malah membuangnya begitu saja," pinta sang musisi kepada fans dan masyarakat secara umum.
Tak cuma berjuang dengan bipolar, penyanyi yang memutuskan menjadi mualaf ini harus menerima kenyataan pahit bahwa putranya, Shane, tewas mengenaskan bunuh diri pada 2022.
Putranya yang meninggal bunuh diri di usia 17 tahun, membuat Sinead amat terpukul. Beberapa sumber menjelaskan kalau kondisi penyanyi ini sangat mengkhawatirkan sepeninggal anak laki-lakinya itu. Bahkan, laman People menerangkan bahwa Sinead mengakui hal tersebut dilihat dari cuitannya tak lama setelah Shane bunuh diri.
"Sejak itu hidup saya gelap gulita. Dia adalah cinta dalam hidupku, pelita jiwaku. Kami adalah satu jiwa dalam dua tubuh. Dia adalah satu-satunya orang yang pernah mencintaiku tanpa syarat. Saya tersesat tanpanya," ungkap Sinead berkabung.
Setahun kemudian, Sinead pun menyusul putra tersayangnya. Belum diketahui pasti apa penyebab meninggal Sinead O'Connor, pihak keluarga pun memilih untuk menjauh dari media di masa berkabung ini.