Tak hanya menyoroti penyebab kecelakaan, Levi juga mempertanyakan penanganan awal terhadap anaknya usai terjatuh. Dia menilai prosedur penanganan medis darurat yang dilakukan sangat tidak layak dan berisiko memperparah kondisi korban.
“Bayangkan anak saya yang jatuh dari lantai enam gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taxi online) dan ditidurkan lagi di taxi online,” ungkap Levi dengan nada kecewa.
Menurut dia, penggunaan taksi online sebagai alat transportasi darurat sangat tidak masuk akal. Levi menegaskan waktu menunggu ambulans dinilai tidak akan jauh berbeda dengan menunggu kendaraan umum tersebut.
“Padahal nunggu taxi online itu juga butuh waktu, sama saja dengan menunggu ambulans,” katanya.
Akibat insiden tersebut, Lexi mengalami cedera fisik yang sangat serius. Hal ini diungkap Levi melalui Instagram Story pada Sabtu, 31 Januari 2026. Hingga kini, kondisi putranya masih membutuhkan perawatan intensif dan jangka panjang.
Levi merinci sejumlah cedera fatal yang dialami Lexi, mulai dari tulang ekor remuk hingga harus dipasang pen, trauma ginjal yang menyebabkan organ tersebut bergeser dan sempat tidak berfungsi, paru-paru terendam cairan darah, hingga adanya sobekan pada hati.