Meski begitu, Kartika tidak menyatakan secara medis bahwa autoimun yang dideritanya benar-benar disebabkan oleh ain. Ia menekankan bahwa pemikiran tersebut lahir dari kegelisahan batin dan proses hijrah yang sedang dijalaninya.
Pergulatan batin itu pula yang kemudian mendorongnya melakukan perubahan besar dalam hidup. Ia mulai lebih menjaga diri, memperdalam ilmu agama, hingga akhirnya mantap mengenakan niqab.
Keputusan tersebut, menurutnya, bukanlah sesuatu yang instan. Ada proses panjang yang dilalui, termasuk diskusi dengan sang suami, Habib Usman bin Yahya. Namun sakit yang sempat dialaminya menjadi salah satu titik balik terpenting dalam hidup Kartika Putri.