Tekanan yang dirasakan Nur akhirnya membuatnya mengambil langkah nekat. Ia memilih meninggalkan rumah tempatnya bekerja meski harus menghadapi risiko besar. Keputusan itu bahkan membuat sang suami terkejut karena mengetahui ketatnya pengamanan di rumah tersebut.
“Alhamdulillah. Sebenarnya saya juga enggak nyangka istri saya sampai nekat begitu. Tiba-tiba istri saya kabur. Itu saja sih sebenarnya saya kaget juga,” kata suami Nur.
Setelah berhasil pulang ke Cianjur, masalah ternyata belum sepenuhnya berakhir. Nur mengaku mengalami trauma dan ketakutan yang masih membekas hingga sekarang. Bahkan, ia merasa tidak nyaman jika harus bepergian jauh dari rumah.
“Sekarang kalau misalkan untuk keluar jauh sih belum. Kalau yang dekat kayak ke warung sama orang tua sudah. Tapi kalau yang jauh itu belum, kayak ada rasa takut,” tutur Nur.
Sang suami menyebut ketakutan itu muncul setelah Nur disebut pernah mendengar ancaman terkait persoalan hukum. "Jadi takut kalau lihat polisi saja. Soalnya yang si Bu Erin bilang ke istri saya itu, ‘Kamu itu buronan polisi’,” ujar suami Nur.
Kini, Nur mengaku hanya ingin fokus memulihkan kondisi mentalnya dan mendampingi keluarga setelah melalui pengalaman yang menurutnya sangat berat saat bekerja di rumah Erin Wartia.