Kata Fiersa, hutan yang ditemuinya rapat sekali. Itu berarti, badannya remuk redam dan tersayat-sayat. Dan ketika melihat adanya sungai dekat pemukiman, dia merasa bahagia sekali.
Namun, momen tersebut tidak bisa dirasakan lama-lama, karena dia harus segera keluar dari kaki gunung.
Ujian hidup belum berhenti sampai di situ. Fiersa bercerita kalau saat di bandara, pesawat yang ditumpanginya tidak bisa di-refund atau reschedule.
"Dasar Fiersa, kebiasaan gak baca TnC. Jadinya, beli tiket pesawat lagi untuk pagi ini (20 April 2026). Bagus, di saat bahan bakar lagi pada naik, ye kan," ujarnya.
"Kamu tahu rasanya kalau baru turun gunung sepegel apa kan? Nah, bayangkan, keluar dari hutan, nyampe kota, packing peralatan untuk dibawa pulang, kemudian langsung ke bandara. Belum tidur sama sekali, tapi gak apa-apa karena ketenangan bukan hanya bisa diperoleh dengan cara tidur, ketenangan juba bisa diperoleh dengan cara pulang saat dibutuhkan," tambahnya.
Cerita Fiersa Besari baru sampai di sini. Dia pun memastikan akan melanjutkan cerita mengenai kejadian ini setibanya di rumah sakit, setelah melihat ibunya secara langsung.