Kampus tersebut juga menjelaskan bahwa benar mereka memiliki lokasi dan alamat di beberapa negara seperti Rusia, Thailand, Amerika Serikat hingga Indonesia. Di Indonesia, kampus tersebut berkantor di Bekasi, Jawa Barat.
"UIPM dikelola secara Global Managing, Global Students, dan Global Education. UIPM tersebar di beberapa negara," ungkap laporan pernyataan UIPM.
Lebih lanjut, pihak UIPM mengatakan gelar Doktor Honoris Causa yang diberikan dari kampus ini adalah sah dan diakui lembaga internasional. Ditegaskan juga bahwa mahasiswa mereka mengikuti pembelajaran secara daring, sehingga bisa dilakukan di mana saja.
“Prosedur (pemberian) gelar Doktor Honoris Causa (Dr. HC) dari UIPM yang diberikan kepada individu berprestasi diakui sah oleh QAHE (Quality Assurance Higher Education) sebagai Lembaga Akreditasi Internasional dan juga oleh Lembaga Pendidikan dari Order of Kingdom Prussia," lanjut laporannya.
"UIPM diakreditasi sebagai lembaga pendidikan tinggi online 100%, tanpa kampus fisik, sesuai dengan standar EDEN (European Distance E-Learning Network), dengan pasar pendidikan global yang ditujukan bagi mahasiswa di seluruh dunia," tambah laporan itu.
Melihat banyaknya warganet yang mencurigai kampus tersebut tidak valid, pihak UIPM juga tak akan segan-segan melaporkan netizen yang melakukan tuduhan, fitnah, hingga pencemaran nama baik pada kampus ini.
"Apabila ada pihak yang melakukan fitnah dan pencemaran nama baik melalui media elektronik bagi Lembaga UIPM UN ECOSOC cabang UIPM Thailand dan alumni UIPM Thailand, maka kami selaku Kuasa Hukum Lembaga UIPM UN ECOSOC akan mengambil Langkah hukum bagi pihak-pihak tersebut," ungkapnya.