Merasa semakin tertekan, Herawati mengaku hanya ingin segera pergi meski tanpa membawa gaji.
"'Iya Bu nggak apa-apa nggak digaji juga nggak apa-apa, yang penting saya keluar Bu'," ungkapnya.
Peristiwa itu bermula saat Herawati disebut dimarahi karena dianggap tidak membereskan kamar dengan benar. Ia mengaku mendapatkan kata-kata kasar hingga dipukul menggunakan sapu lidi di bagian kepala.
Meski telah meminta maaf, Herawati mengatakan situasi tidak mereda. Ia bahkan mengaku sempat diancam akan dilaporkan ke polisi.
Karena takut, Herawati akhirnya menghubungi yayasan penyalur tenaga kerja untuk meminta bantuan agar bisa dijemput dari rumah tersebut.
Pengakuan Herawati langsung menuai perhatian publik dan memicu berbagai reaksi di media sosial. Kasus dugaan kekerasan ini pun masih terus menjadi sorotan.