JAKARTA, iNews.id – Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan kumpul bersama keluarga dan menikmati hidangan khas, tetapi juga dipenuhi berbagai pantangan yang diyakini memengaruhi keberuntungan sepanjang tahun. Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, apa yang dilakukan di awal tahun baru dipercaya dapat mencerminkan nasib dan rezeki di bulan-bulan berikutnya.
Menurut kepercayaan turun-temurun, perilaku dan ucapan sejak hari pertama Imlek hingga hari ke-15 kalender lunar harus dijaga. Hal tersebut diyakini dapat menghadirkan energi positif sekaligus menghindarkan keluarga dari kesialan di tahun yang baru.
Berikut deretan pantangan saat Tahun Baru Imlek yang masih dijaga sebagian masyarakat hingga kini.
Tidak Minum atau Menyeduh Obat
Pada hari pertama Imlek, mengonsumsi obat atau menyeduh ramuan dianggap membawa pertanda kurang baik. Tradisi ini meyakini bahwa minum obat di awal tahun bisa melambangkan sakit yang berlanjut sepanjang tahun.
Di beberapa daerah, bahkan ada kebiasaan memecahkan wadah obat tepat tengah malam sebagai simbol membuang penyakit. Ritual tersebut dipercaya sebagai bentuk harapan agar tubuh tetap sehat sepanjang tahun.
Jangan Membersihkan Rumah
Menyapu, mengepel, atau membuang sampah pada hari pertama Imlek dianggap sama dengan “menyapu” rezeki keluar dari rumah. Karena itu, banyak keluarga memilih membersihkan rumah sebelum malam pergantian tahun.
Dengan begitu, saat hari pertama tiba, mereka tidak lagi melakukan aktivitas bersih-bersih. Hal ini diyakini menjaga keberuntungan tetap berada di dalam rumah.
Hindari Kata-Kata Tidak Beruntung
Ucapan juga dipercaya memiliki kekuatan simbolik selama periode Imlek. Pembicaraan tentang kematian, penyakit, atau kemiskinan sebaiknya dihindari karena diyakini dapat menarik energi negatif.
Sebaliknya, masyarakat lebih memilih menggunakan kata-kata yang bermakna baik dan penuh harapan. Tradisi ini dilakukan demi menjaga suasana tetap positif sepanjang perayaan.