Rasulullah mengabdikan diri untuk beribadah selama sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, lebih dari yang dilakukannya di waktu lain sepanjang tahun. Hal yang sama juga dapat dilihat dari hadis berikut:
Ini diriwayatkan oleh Aisyah (RA):
“Ketika memasuki sepuluh malam terakhir (Ramadhan), Rasulullah (SAW) tetap terjaga di malam hari (untuk sholat dan beribadah), membangunkan keluarganya, dan mempersiapkan diri untuk beribadah (dengan lebih semangat).” (HR. Muslim)
Selain melaksanakan sholat malam Lailatul Qadar, lantas apa dan bagaimana cara mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar? Berikut adalah ulasannya.
Agar dapat memperoleh keutamaan malam lailatul qadar, Dianjurkan pula untuk menghadiri sholat subuh dan sholat isya berjamaah. Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan Imam Malik dalam Al-Muwatha’, dimana Ibnu Musayyib mengatakan bahwa:
مَنْ شَهِدَ لَيْلَةَ القَدْرِ ـ يَعْنِي فِي جَمَاعَةٍ ـ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا