Bukan Balas Dendam, Aurelie Moeremans Bikin Buku Broken Strings demi Berdamai dengan Masa Lalu

Ravie Wardani
Aurelie Moermans menjelaskan dirinya membuat buku Broken Strings untuk berdamai dengan masa lalu. (Foto: Instagram)

Seiring waktu, sudut pandang Aurelie berubah. Dia menyadari bahwa menerima apa yang pernah terjadi merupakan bagian penting dari proses pemulihan. Dari kesadaran itulah Broken Strings lahir, bukan sebagai ajang pembuktian, melainkan upaya memahami diri sendiri.

“Menulis Broken Strings bukan tentang balas dendam atau membuka luka lama, tapi tentang memahami apa yang pernah terjadi dan menerima bahwa itu bagian dari hidupku. Lewat buku ini, aku belajar berdamai tanpa harus membenarkan apa yang salah,” tegas Aurelie.

Respons publik yang datang kemudian menjadi hal di luar dugaannya. Namun bagi Aurelie, dukungan dari pembaca hanyalah pelengkap. Yang utama, buku ini telah menjadi titik balik dalam perjalanannya berdamai dengan masa lalu.

“Ketika ada perempuan muda dan orang tua yang bilang mereka merasa terbantu, aku merasa proses ini tidak sia-sia. Tapi yang paling penting, aku akhirnya bisa berdamai dengan diriku sendiri,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Ini Alasan Aurelie Moeremans Curhat Child Grooming di Buku Broken Strings

57 tahun lalu

Menyentuh, Cinta Laura Beri Dukungan untuk Aurelie Moeremans

57 tahun lalu

Pernyataan Lengkap Kak Seto usai Dituduh Abaikan Kasus Child Grooming Aurelie Moeremans

57 tahun lalu

Heboh! Angel Lelga Buru Pria Misterius yang Sering ke Rumahnya, Diduga Berzina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal