Menurutnya, pengembangan diri tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga lewat keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Melalui program yang dijalankannya, Athaema fokus pada pemberdayaan anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan dengan layak. Dia berupaya membantu penyediaan kebutuhan belajar, mulai dari buku hingga alat tulis.
"Ini adalah gerakan pemberdayaan untuk anak-anak, terutama bagi mereka yang kurang beruntung agar mereka bisa bersekolah dengan buku dan alat tulis yang layak," katanya.
Kepedulian terhadap pendidikan tersebut menjadi salah satu nilai yang ingin dia bawa dalam perjalanan menuju Miss Indonesia 2026. Bagi Athaema, ajang kecantikan modern tidak hanya berbicara tentang penampilan, tetapi juga tentang dampak positif yang bisa diberikan kepada lingkungan sekitar.
Menariknya, Miss Indonesia 2026 menjadi pengalaman pertama Athaema mengikuti beauty pageant. Dia mengaku belum pernah terlibat dalam ajang serupa sebelumnya dan menjadikan Miss Indonesia sebagai langkah perdananya untuk mengembangkan potensi diri di tingkat nasional.