Dia juga meminta publik untuk menghentikan asumsi negatif yang dinilai tidak berdasar. Rassya membantah anggapan bahwa dia hanya menjadikan ibunya sebagai tamu undangan biasa dalam momen pernikahannya.
"Jadi mohon sekali ya teman-teman jangan selalu utamain suudzon dan menghujat cuman karena ibu saya cinta puisi atau hobi membuat pernyataan-pernyataan yang cryptic," katanya.
Dalam bukti percakapan yang dibagikan, Rassya menegaskan bahwa dia dan istrinya telah memprioritaskan Tamara dalam prosesi pernikahan. Bahkan, nama sang ibu disebut berada di urutan pertama dalam rangkaian sungkeman.
"Mana mungkin terlintas buat ngundang ibu sendiri sebagai tamu? Jelas kok dari potongan rundownnya, dari semua orang tua saya nama siapa yang berada di urutan paling pertama untuk saya sungkem di saat prosesi adat pada akad," ujarnya.
"Kalian bisa lihat juga siapa yang memohon-mohon kepada ibunya untuk datang ke kedua acara di saat ibunya tidak berkenan datang ke akad dan berencana hadir hanya mau sebagai tamu pada acara resepsi," kata Teuku Rassya.