Jennifer juga memandang peristiwa ini dari sisi berbeda. Dia menganggap apa yang terjadi sebagai bagian dari ujian sebelum memasuki jenjang pernikahan.
"Aku yakin ini mungkin juga cobaan orang menikah,” katanya.
Sikap tersebut menunjukkan kedewasaan Jennifer dalam menghadapi tekanan publik. Alih-alih terpancing emosi, dia memilih fokus pada keluarga dan masa depan.
Sebagai figur publik, Jennifer menyadari kehidupan pribadinya kerap menjadi konsumsi publik. Namun dia berharap masyarakat bisa melihat perubahan yang telah dia lakukan.
Kini, Jennifer memilih melangkah maju. Dia ingin membangun kehidupan rumah tangga yang lebih baik tanpa terus dibayangi cerita masa lalu.
Baginya, setiap orang berhak memperbaiki diri. Masa lalu tidak seharusnya menjadi penghalang untuk meraih kebahagiaan di masa depan.
Di tengah badai rumor, Jennifer tetap menunjukkan keteguhan hati. Dia percaya dukungan pasangan dan keluarga menjadi kunci menghadapi ujian jelang pernikahan tersebut.