"Sebagai orang yang lama enggak dikasih rezeki anak itu kepikiran kayak, 'Apa gue belum dipercaya bisa menjadi orang tua yang benar, makanya enggak dikasih? Apa gue tuh enggak sempurna ya, dosa gua tuh di mana?' Ada banget pikiran-pikiran kayak gitu," ujar Fanny, dikutip Kamis (23/7/2026).
Perasaan tersebut sempat terus menghantui dirinya. Namun, seiring waktu, Fanny berusaha menerima keadaan tanpa pernah menyalahkan Tuhan. Dia memilih menguatkan diri dengan terus bersyukur atas kehidupan yang dimilikinya.
Kini, pertanyaan soal momongan yang dulu begitu melukai hatinya sudah tidak lagi membuatnya terpuruk. Fanny mengaku bisa menanggapinya dengan lebih santai, bahkan sesekali menjadikannya bahan candaan.
Di balik sikap yang kini terlihat lebih tenang, Fanny dan suaminya ternyata masih terus berjuang untuk memiliki anak.
Ya, setelah melalui berbagai pertimbangan, pasangan yang menikah pada 20 Mei 2017 itu akhirnya memutuskan menjalani program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF).
Kabar baiknya, proses pembuahan telah berhasil dilalui. Saat ini, Fanny tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memasuki tahapan transfer embrio ke dalam rahimnya.
Keputusan menjalani program bayi tabung disebut lahir dari kesiapan bersama, baik secara fisik maupun mental. Sang suami pun menunjukkan komitmen penuh untuk menjalani setiap proses demi mewujudkan impian mereka menjadi orang tua.