Namanya kemudian semakin dikenal usai dirinya merilis album Seberkas Sinar pada Oktober 1989. Melalui album ini juga nama panggungnya yang semula Nike Astrina menjadi Nike Ardilla.
Melalui album tersebut namanya juga semakin melambung hingga masuk jajaran artis papan atas yang diperhitungkan. Sayang dipuncak kesuksesannya, Nike Ardilla meninggal dunia pada 19 Maret 1995. Mobil Honda Civic yang dikendarainya dikabarkan menghantam beton di jalan Raden Eddy Martadinata di kota Bandung.
Beberapa lagu Nike Ardilla yang masih dikenang hingga saat ini diantaranya Bintang Kehidupan, Aku Takkan Bersuara, hingga Suara Hatiku.
Perempuan 61 tahun ini memulai karirnya diusia belia. Dia sempat membuat rekaman single di perusahaan rekaman RCA Hamburg, Jerman, yaitu Java dan Single Bar (1978) dan Sorry Sorry dan Touch Me (1979). Kala itu Vina memang mengikuti sang ayah yang seorang diploma untuk tinggal di Jerman.
Kemudian dia kemudian kembali ke Indonesia pada 1981. Disini dia bertemu dengan musisi Mogi Darusman yang tertarik dengan karakter vokalnya.