1. Imej ibu bijaksana
Marlia Hardi sangat terkenal dengan imej bijaksana. Hampir di setiap film atau sandiwara yang dia perankan, selalu mendapat karakter ibu. Tak heran dunia film di masa itu menjuluki Marlia sebagai pemain karakter peran ibu. Selama berkarier di industri hiburan sejak 1950 sampai 1983, dia tercatat telah membintangi lebih dari 78 film. Dia juga sempat meraih penghargaan sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 1967 untuk film Petir Sepandjang Malam dan mendapat nominasi untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik di FFI 1981.
2. Menikah dua kali
Marlia Hardi dalam hidupnya pernah menikah dua kali. Sayangnya, pernikahan tersebut tidak langgeng. Pernikahan pertama dengan Hardjo Samidi terpaksa diakhiripada 1956. Selang tiga tahun Marlia menikah lagi dengan Zaenal Arifin. Pernikahannya hanya berlangsung sebentar saja, kemudian berpisah karena Marlia dilarang main film.
3. Meninggal tragis
Pada 18 Juni 1984, Marlia meninggal dunia. Marlia Hardi mengembuskan napas terakhirnya di usia 57 tahun. Dia ditemukan gantung diri oleh supirnya di kediamannya di kawasan Setiabudi, Jakarta. Diketahui sebelum memutuskan bunuh diri, Marlia sempat dihantui surat-surat kaleng berisi ancaman untuk melaporkannya ke polisi. Perkaranya, saat itu Marlia terlilit utang piutang yang dari arisan call yang terdiri dari 135 orang.
4. Meninggalkan warisan 7 surat dan naskah drama
Mengutip dari kanal YouTube Mesin Waktu, Minggu (12/9/2021), Marlia meninggalkan tujuh surat perpisahan kepada tujuh orang temannya. Surat-surat tersebut menyimpan isyarat-isyarat mengapa dia bunuh diri. Bahkan, dalam suratnya kepada Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Ratno Timoer, Marlia menyebut bunuh diri adalah jalan terbaik. Sebelum meninggal dunia, Marlia juga sempat menulis naskah drama berjudul Surat Kaleng. Naskah tersebut disinyalir terinspirasi dari surat-surat kaleng bernada ancaman yang menghantui dirinya sebelum dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.