JAKARTA, iNews.id - Khutbah Jum'at tentang Ilmu bisa menjadi pedoman bagi umat Islam untuk terus belajar dalam mengarungi hidup di dunia yang fana ini.
Islam sangat menekankan umatnya untuk menuntut ilmu guna menggali segala hal yang ada di dunia. Kehidupan manusia yang terus berkembang hingga menjadi lebih pesat memang tidak lepas dari peran ilmu pengetahuan dan teknologi.
Manusia diberikan beberapa potensi untuk menjalani kehidupannya dengan mudah. Salah satu anugerah terbesar yang diberikan oleh-Nya adalah akal. Dengan akal, manusia dapat berpikir dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Al Quran sebagai petunjuk hidup manusia memberikan informasi penting mengenai dasar dalam pengembangan ilmu yang dapat membawa kemanfaatan dan kemudahan dalam kehidupan manusia. Tak hanya itu, Al Quran mendorong manusia agar memiliki ilmu yang mengarah pada ketaatan dan kepatuhan kepada-Nya.
Allah SWT pun meninggikan derajat orang-orang yang mencari ilmu karena ridha-Nya. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Surat Al Mujadilah ayat: 11).
Berikut Khutbah Jum'at tentang Ilmu dilansir dari tebuireng.online:
اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
Hadirin jamaah shalat Jum’at rahimakumullah
Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena dengan anugerah maupun inayah-Nya kita diberi kelonggaran waktu, sehingga kita bisa melaksanakan shalat Jum’at di tempat ini. Dengan rasa syukur itu marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, yakni melakukan apa yang diperintah Allah dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah. Hal ini sejalan dengan apa yang kita cita-citakan, yaitu menggapai derajat kemuliaan di hadapan Allah.
Namun untuk mencapai tingkatan ini dibutuhkan kesungguhan dalam pelaksanaannya, agar kita mampu melakukan dengan benar. Yaitu dengan meningkatkan pemahaman kita terhadap hukum-hukum dan aturan agama. Oleh karena itu kita membutuhkan ilmu untuk menjadi tangga menuju ketakwaan.
Allah Swt. berfirman :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar.” (QS. Al-Anfal: 29)
Yang dimaksud furqan dalam ayat tersebut adalah ilmu atau pengetahuan yang bisa digunakan untuk membedakan antara sesuatu haq dan bathil.